Kamis, 04 Februari 2016

Kisah Tempat Tinggal Ruh

Abu Bakar R.A telah ditanya tentang ke mana ruh pergi setelah ia keluar dari jasad, maka berkata Abu Bakar R.A, “Ruh itu menuju ke tujuh tempat” :
  1. Ruh para nabi dan utusan menuju ke syurga Adnan.
  2. Ruh para ulama menuju ke syurga Firdaus.
  3. Ruh para mereka yang berbahagia menuju ke syurga Illiyyina. 
  4. Ruh para syuhada berterbangan seperti burung disyurga sekehendak mereka. 
  5. Ruh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat. 
  6. Ruh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dan minyak misik. 
  7. Ruh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka disiksa beserta jasadnya sampai hari kiamat.

Telah bersabda Rasulullah S.A.W bahwa, “Tiga kelompok manusia yang akan berjabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya ialah” :
  1. Orang-orang yang mati syahid.
  2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan Ramadhan.
  3. Orang yang puasa hari Arafah.

10 Jenis Solat Yang Tidak Diterima Oleh Allah S.W.T.

Rasulullah S.A.W tetah bersabda, “Barangsiapa yang memelihara solat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat. Dan barangsiapa yang tidak memelihara solat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya”. (Tabyinul Mahaarim)

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa, “10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T., diantaranya : 
  1. Seorang letlki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu. 
  2. Seorang lelaki yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat. 
  3. Seorang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya. 
  4. Seorang lelaki yang melarikan diri. 
  5. Seorang lelaki yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (Taubat). 
  6. Seorang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
  7.  Seorang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung. 
  8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim / menganiaya. 
  9. Orang-orang yang suka makan riba’. 
  10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar”.
Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud, “Barangsiapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T. dan jauh dari Allah S.W.T.

Hassa R.A berkata, “Kalau solat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan solat. Dan pada hari kiamat nanti solatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu sepeerti satu bungkusan kain tebal yang buruk”.

Kisah Binatang Yang Bernama Huraisy

Dikisahkan dalam sebuah kitab bahwa apabila tiba hari kiamat nanti maka akan keluar seekor binatang dari neraka Jahannam yang digelar Huraisy, yang mana panjangnya ialah jarak antara langit dan bumi dan lebarnya pula dari timur hingga ke barat.

Apabila ia keluar maka malaikat Jibril A.S berkata, “Wahai Huraisy, kamu hendak ke mana dan kamu hendak mencari siapa ?”

Lalu berkata Huraisy, “Aku mencari lima jenis orang”.
  1. Orang yang tidak mengerjakan solat.
  2. Orang yang tidak mau mengeluarlan zakat.
  3. Orang yang mendurhakai kedua orang tuanya.
  4. Orang yang suka minum arak.
  5. Orang yang sangat suka bercakap-cakap di dalam masjid tentang hal dunia.

Jenazah Berubah Menjadi Babi Hutan

 Seorang anak mendatangi Rasulullah sambil menangis. Peristiwa itu sangat mengharukan Rasulullah S.A.W yang sedang duduk bersama-sama sahabat yang lain.

“Mengapa engkau menangis wahai anakku?’ tanya Rasulullah. “Ayahku telah meninggal tetapi tiada seorang pun yang datang melayat. Aku tidak mempunyai kain kafan, siapa yang akan memakamkan ayahku dan siapa pula yang akan memandikannya?” Tanya anak itu.

Segeralah Rasulullah memerintahkan Abu Bakar dan Umar untuk menjenguk jenazah itu. Betapa terperanjatnya Abu Bakar dan Umar, mayat itu berubah menjadi seekor babi hutan. Kedua sahabat itu lalu segera kembali melapor kepada Rasulullah S.A.W.

Maka datanglah sendiri Rasulullah S.A.W ke rumah anak itu. Didoakan kepada Allah sehingga babi hutan itu kembali berubah menjadi jenazah manusia. Kemudian Nabi menyembahyangkannya dan meminta sahabat untuk memakamkannya. Betapa herannya para sahabat, ketika jenazah itu akan dimakamkan berubah kembali menjadi babi hutan. Melihat kejadian itu, Rasulullah menanyakan anak itu apa yang dikerjakan oleh ayahnya selama hidupnya.

“Ayahku tidak pernah mengerjakan solat selama hidupnya”, jawab anak itu. Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda kepada para sahabatnya, “Para sahabat, lihatlah sendiri. Begitulah akibatnya bila orang meninggalkan solat selama hidupnya. Ia akan menjadi babi hutan di hari kiamat”.

Awan Mengikuti Orang Yang Bertaubat

Diriwayatkan bahwa seorang tukang jagal terpesona kepada budak tetangganya. Suatu saat gadis itu mendapatkan tugas menyelesaikan urusan keluarganya di desa lain. Si tukang jagal. lalu mengikutinya dari belakang sampai akhirnya berhasil menemukannya. Si tukang jagal lalu memanggil gadis itu dan mengajaknya menikmati kesempatan langkah dan indah itu. Tetapi gadis itu menjawab, “Jangan lakukan. Meskipun aku sangat mencintaimu, aku sangat takut kepada Allah”.

Mendengar jawaban itu, si tukang jagal merasa dunia berputar. Kerena menyesal dan sadar hatinya gemetar, tenggorokannya kering dan hatinya semakin berdebar, dia lalu berkata, “Kau takut kepada Allah sedangkan aku tidak”.

Dia pulang sambil bertaubat. Di jalan ia diserang haus dan nyaris mati. Ia kemudian bertemu seseorang yang soleh. Mereka berjalan bersama. Mereka melihat gumpalan awan berjalan menaungi mereka berdua sampai mereka masuk ke sebuah desa. Mereka berdua yakin bahwa awan itu untuk orang yang soleh. Kemudian mereka berpisah di desa tersebut. Awan itu ternyata condong dan terus menaungi si tukang jagal itu sampai dia tiba di rumahnya. Orang soleh tadi heran melihat kenyataan ini. Dia lalu mengikuti tukang jagal tadi lantas bertanya kepadanya dan dijawabnya juga di tempat itu. Maka laki-laki soleh itu berkata, “Janganlah heran terhadap apa yang kau lihat, kenana orang yang bertaubat kepada Allah itu berada di suatu tempat yang tak seorang pun berada di situ”.

Seorang Anak Membangkang Perintah Ayahnya

Ketika Rasulullah S.A.W memanggil kaum Muslimin yang mampu berperang untuk terjun ke medan perang Badar, terjadi dialog menarik antara Sa’ad bin Khaitsamah dengan ayahnya yakni Khaitsamah. Dalam masa-masa itu panggilan seperti itu tidak terlalu mengherankan. Kaum Muslimin sudah tidak merasa asing bila dipanggil untuk membela agama Allah S.W.T. dan jihad fisabilillah. Sebab itu Khaitsamah berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, aku akan keluar untuk berperang dan kau tinggal di rumah menjaga wanita dan anak-anak”.

“Wahai ayahku, demi Allah janganlah berbuat seperti itu, karena keinginanku untuk memerangi mereka lebih besar daripada keinginanmu. Engkau telah berkepentingan untuk tinggal di rumah, maka izinkanlah aku keluar dan tinggallah engkau di sini, wahai ayahku”.

Khaitsamah marah dan berkata kepada anaknya, “Kau membangkang dan tidak mentaati perintahku”.

Sa’ad menjawab, “Allah mewajibkan aku berjihad dan Rasulullah memanggilku untuk berangkat berperang. Sedangkan engkau meminta sesuatu yang lain padaku, sehingga bagaimana engkau rela melihat aku taat kepadamu tetapi aku menentang Allah dan Rasulullah”.

Maka Khaitsamah berkata, “Wahai anakku, apabila ada di antara kita yang harus berangkat satu orang, baik kau maupun aku, maka dahulukanlah aku untuk berangkat”.

Sa’ad menjawab, “Demi Allah wahai ayahku, kalau bukan masalah syurga, maka aku akan mendahulukanmu”.

Khaitsamah tidak rela kecuali melalui undian antara dia dan anaknya sehingga terasa lebih adil. Hasil undian menunjukkan bahwa Sa’adlah yang harus turun ke medan perang. Dia pun turun ke medan perang Badar dan mati syahid.

Setelah itu Khaitsamah berangkat menuju medan pertempuran. Tetepi Rasulullah S.A.W tidak mengizinkannya. Hanya saja Rasulullah akhirnya mengizinkannya setelah Khaitsamah berkata sambil menangis, “Wahai Rasulullah, aku ingin sekali terjun dalam perang Badar. Lantaran inginnya aku harus mengadakan undian dengan anakku. Tetapi itu dimenangkannya sehingga dia yang mendapat mati syahid. Kemarin aku bermimpi di mana di dalamnya anakku itu berkata kepadaku, “Engkau harus menemani kami di syurga, dan aku telah menerima janji Allah”. Wahai Rasulullah, demi Allah aku rindu untuk menemaninya di syurga. Usiaku telah lanjut dan aku ingin berjumpa dengan Tuhanku”.

Setelah diizinkan Rasulullah S.A.W, Khaitsamah bertempur hingga mati syahid dan berjumpa dengan anaknya di syurga.

Rabu, 03 Februari 2016

Hikmah Meninggalkan Bicara Bohong

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W karena hendak memeluk agama Islam. Sesudah mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata, “Ya Rasulullah. Sebenarnya saya ini selalu saja berbuat dosa dan payah hendak meninggalkannya”. Maka Rasulullah S.A.W menjawab, “Maukah engkau berjanji bahwa engkau sanggup meninggalkan bicara bokong ?”

“Ya, saya berjanji” jawab lelaki itu singkat. Selepas itu, dia pun pulanglah ke rumahnya.

Menurut riwayat, sebelum lelaki itu memeluk agama Islam, dia sangatk terkenal sebagai seorang yang jahat. Kegemarannya hanyalah mencuri, berjudi dan meminum minuman keras. Maka setelah dia memeluk agama Islam, dia berupaya untuk meninggalkan segala keburukan itu. Sebab itulah dia meminta nasihat dari Rasulullah S.A.W.

Dalam perjalanan pulang dari menemui Rasulullah S.A.W lelaki itu berkata di dalam hatinya, “Berat juga aku hendak meninggalkan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah itu”.

Maka setiap kali hatinya terdorong untuk berbuat jahat, hati kecilnya terus mengejek. “Berani engkau berbuat jahat. Apakah jawaban kamu nanti apabila ditanya oleh Rasulullah. Sanggupkah engkau berbohong kepadanya” bisik hati kecilnya. Setiap kali dia berniat hendak berbuat jahat, maka dia teringat segala pesan Rasulullah S.A.W dan setiap kali pulalah hatinya berkata, “Kalau aku berbohong kepada Rasulullah berarti aku telah mengkhianati janjiku padanya. Sebaliknya jika aku berbicara benar berarti aku akan menerima hukuman sebagai orang Islam. Oh Tuhan… sesungguhnya di dalam pesan Rasulullah itu terkandung sebuah hikmah yang sangat berharga”.

Setelah dia berjuang dengan hawa nafsunya itu, akhirnya lelaki itu berjaya di dalam perjuangannya menentang kehendak nalurinya. Menurut hadits itu lagi, sejak dari hari itu bermula babak baru dalam hidupnya. Dia telah berhijrah dari kejahatan kepada kemuliaan hidup seperti yang diperintahkan oleh Rasulullah S.A.W. Hingga akhirnya dia telah berubah menjadi mukmin yang soleh dan mulia.